Rabu, 15 Oktober 2008

puisi keren gua. hua ha ha ha ha ha

ada beberapa puisi yang kutulis ney. judul utamanya "kisah perjalanan". (enggak banget ya..) tapi banyak dapet respon bagus dari pembaca. nie dia..

pertama

Kisah Perjalanan Sewaktu Embun Menetes


*speechless...* tanganku bergerak sendiri ketika mendengarkan lagunya kang Ebiet...tau tau udah selesai.

sabtu kereta biru membasahi kalbuku yang merindu
kau datang, menyapaku, membeberkan isi hatimu
oh, kau. gadis cantik yang kemarin
datang membawa bunga

rambutmu yang gemulai, membuai mataku
nampaknya pepohonan bergetar
aku tak tahu mengapa
perlahan kau sibakkan rambut hitammu

jadilah aku tersipu malu namun masih terpana
burung merpati pun enggan bercumbu
ketika melihat kibasan rambutmu yang indah
ah, gadis yang disana.

Ombak Lautkah yang menghantamku ini
terasa harapan membentang luas jauh disana
dengan dirimu di ujung jalan
sedetik diriku menjadi gelap

ikan-ikan yang mendengarku, dengarkanlah ini
sampaikanlah ceritaku ini pada laut
pada angin
pada ombak

aku telah terpana dan terkesima
pada seorang pribadi manis merayu
bak salju menimpa, diriku terpaku
pagi itu embun dinginpun menjadi salju



yang kedua!!

Kisah Perjalanan Ketika Angin Berhembus


lagi malas posting cerita, ya...posting puisi aja dey..komen pls

aku hampir terbuai dalam belaian indah
sejuk menembus tulang dan nadiku
memaknai apa yang kutuliskan di secarik kertas kelabu
hari ini...

tiba diriku di sebuah tanjakan tinggi
aku bergidik, jariku merinding
ketika kulihat seorang pria
merunduk sedih sendiri sepi

ternyata seorang pria yang lara
merunduk sedih kaku dimakan rindu
anaknya sakit-sakitan
istrinya berkeluh menerus bagaikan angin

"apakah yang menjadi lukamu" tanyaku padanya.
ia berlari, jauh berlari
menyibak rerumputan, menendang-nendang
sejauh larinya mengalir

rindupun mulai mengalir deras
sederas aliran riam
tangisan dirinya menusuk telingaku sekeras tangisan serigala
rindu akan kekasihnya

gerimis bersenandung riang
membasahi rerumputan kering
oh tuhan, inikah petunjuk-Mu?
hasratku akankah sejauh lariku

hari ini aku merenung,

apakah tuhan punya mata



yang ketigaaaa!!

Kisah Perjalanan ketika Matahari Redup


hemm...seri puisi "kisah perjalanan" itu adalah kumpulan kisah perjalanan seorang pria yang berkeliling negeri demi mencari jati diri. jadi ceritanya nyambung. aku lagi suka buat puisi tentang kehidupan nih. bosan cinta-cinta melulu.

sory kalu mirip cerita. komen, caci maki, hina, gak apa-apa kok.



ada satu senja yang kuingat sejauh kakiku melangkah
senja kelam di laut, laut yang ungu
mengapa pikiranku tak dapat terlepas darinya
nelayan yang berlabuh disana

ia berkeringat, penuh peluh membasahi tubuh
nafasnya memburu disapu ombak laut
ikan-ikan kecil menggantung di jalanya
tak banyak

tak terasa kurasa iba jua
kuhampiri ia, dan ia berkata...
"tak selamanya laut menjadi hitam"
dan nanti akan terang

teman...senja itu senja malam
kukisahkan suatu drama yang pelik dingin berlumut
kepadamu, teman
dengarkanlah

kupacu nadiku secepat kepakan camar yang terbang tinggi
namun tak kunjung jua
kutemukan cakrawala
nelayan tadi menangis, mengapa? kutanya

ombak laut telah menyapu kehidupannya
jauh darinya, teramat tinggi untuk diraih
anak istrinya telah tiada, tertarik laut jahanam
mendulang emas dalam lautan darah

tapi, teman...
ia tidak dendam, tidak pula amarah, tidak pula melumat
ia tegar. sayatan lara meluka darinya tak diindahkan
apa gerangan yang tuhan inginkan

begitu buruk telah tuhan perlakukan aku, tegar dirinya
sementara aku tengah bangganya dengan gelak tawaku
begitu mirisnya bercampur duka lara hikayat ini
sempurnalah deritanya

sore tenggelam di laut
masih adakah air mata untuk kuteteskan
jika makna cinta adalah jangan berduka
ia tenggelam dalam janji-Nya


yang keempat!! semakin bagus, sayah semakin berkembang.

Kisah Perjalanan Ketika Hujan



hua ha ha ha...aku mulai kebal dengan komentar-komentar para senior sekalian! silakan caci maki! ha ha ha

Aku mulai bosan menunggu siang
Berteduh dalam tawa hujan yang terus menghujamku
Langkahku terasa berat, lumpur menyengat kuat
Barangkali kutemukan tempat meneduhkan diriku di nanti

Kutemukan juga, sebuah pohon nan menjulang jauh
Memotong langit kelabu
Ada seorang, seorang gadis
Seorang manis berbasah di sana

Parasnya rembulan, rambutnya lautan
Bibirnya merah lembut meredam lelahku
Dalam batinku kukata,
Ciptaan yang cantik

Ia menyapa, suaranya terlemparkan jauh membelai telinga
Bagai lautan, gejolak lautan menghempasku lebih jauh
Dalam cinta semata.
Cinta sesaat

Ada yang tak mampu ku ingat
Sekata yang mendayu, yang merayu
"aku..."
Pikiranku menepis sakit hatinya

Berjuang membendung rasa bercinta
Menelanku jauh dalam lara, asa dan puisi
Kudendangkan sebuah lagu
Lagu rindu

Hari hujan

Hari bulan

Padamu, tersayang. kudendangkan nafasku.




yang kelima!! (dan ini yang terakhir untuk postingan gw hari ini)

Kisah Perjalanan Saat Angin Kencang

menafsirkan firman-Mu dalam damai, menyiram hati dengan garis iman ilahi. Di sini aku berlari, dan disini aku tertawa.


Tiba langkahku pada sebuah tanah angin
Berdesir lembut bertanamkan ilalang
Aku bertamu kepada sana
Tak terasa, senyum yang kusimpan merekah

Harus bagaimanakah kuratapi kesendirianku
Menopang rindu dalam kalbu
Menjadikan aku sebuah palang cinta dalam gelombang angin
Tumbuh tetesan gemuruh langit

Bayanganku bermain-main dibawah terik langit
Mungkin aku keliru, mencoba terlelah
Saat ku melihat indahnya hati bumi
Rasa senang meledak-ledak, suara hati mendobrak

Terhentak, berfikir, lalu terhempas dalam pelukan ilalang
Rerumputan tajam nan lembut
Aku berteriak dalam senang
Lalu terpejam

Dalam kepekaanku akan alam ilahi
Menunggu rembulan yang tak kunjung hadir dalam ini
Desir angin menghempaskanku, gitarku, dan jiwaku
Ke nirwana dunia

Aku tertawa di puncak dunia
Lancang rasanya memikirkan ini
Tapi aku berpikir jua
Nikmatnya menjadi angin



ah...btw, ini adalah hasil postingan ku dari www.kemudian.com, situs untuk para penulis. jadi ada beberapa kata awalan yang tidak ada hubungannya dengan puisi. baca yah!

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda